Hajar Saadah (Hajar Jahanam) terbuat dari bahan alami, yaitu dari getah suatu tanaman yang hanya tumbuh di tanah Mesir, beberapa kawasan Timur Tengah, dan India. Dengan kata lain bahan baku hajar saadah (hajar jahanam) adalah diimpor. Meskipun demikian, bahan baku hajar saadah (hajar jahanam) tersebut tetap memiliki kualitas yang tinggi dan nilai manfaat yang besar.
Setelah masuk Indonesia kemudian bahan baku (getah) tersebut diproses dengan teknik khusus oleh ahli farmasi, yang kemudian terbentuklah sebuah produk yang dikenal dengan nama hajar saadah (hajar jahanam). Pada proses peracikaannya, tidak disertakan sedikitpun bahan kimia obat ataupun bahan kimia lain yang berbahaya, sehingga produk hajar saadah (hajar jahanam) ini adalah produk herbal yang alami.
Cara Kerja Hajar Jahanam (Hajar Saadah)
Hajar Saadah (Hajar Jahanam) digunakan dengan cara dioles, dan kemudian memberikan khasiat yang luar biasa pada suami. Nah, Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Dimana logikanya? padahal cara penggunaannya hanya dengan mengoles pada kulit Mr.P.
Pada dasarnya semua itu terjadi secara alami. Dalam kajian Sains, ada suatu peristiwa yang dikenal dengan adsorbsi. Jika merunut kamus kesehatan, maka pengertian dari kata absorbsi adalah proses penyerapan cairan ke dalam organ tertentu. Secara khusus absorpsi adalah penyerapan zat yang memasuki tubuh melalui mata, kulit, perut, usus, atau paru-paru.
Jadi yang terjadi setelah pengolesan cairan Hajar Saadah (Hajar Jahanam) adalah penyerapan oleh kulit. Setelah masuk kedalam melewati kulit, maka cairan Hajar saadah (hajar Jahanam) tersebut akan mengalami reaksi dengan sistem syaraf dan pembuluh darah yang ada disekitarnya. Akibat reaksi ini sistem syaraf mengalami perlambatan respon. Sehingga ketika Kulit Mr.P yang tadi dioles cairan kemudian disentuh, maka tidak akan begitu terasa alias mengalami kebas (mati rasa). Namun bukan kebas (mati rasa) sepenuhnya, anda masih bisa merasakan sentuhan-sentuhan (rangsangan) dalam intensitas yang kecil.
Sebenarnya Yang memicu sperma keluar dari Mr.P adalah adanya rangsangan yang hebat di wilayah Mr.P. Pada orang normal rangsangan yang hebat ini didapat ketika batang Mr P keluar masuk pada vagina dalam waktu yang lama. Sedangkan pada orang yang mengalami ejakulasi dini tidak demikian. Orang yang mengalami ejakulasi dini, Sistem syaraf yang ada dikulit Mr P-nya memiliki respon yang sangat tinggi. Sehingga, sedikit gerakan "keluar masuk" yang dilakukan langsung ditangkap oleh sistem syaraf sebagai rangsangan yang besar, dan sesaat kemudian menjadi rangsangan yang dahsyat yang memicu cairan sperma keluar.
